Grand Opening, 212 Mart Semarang Raup Omzet Rp 13 Juta Lebih

Tidak ada target khusus, berapapun omzet 212 Mart Semarang saat grand opening akan disyukuri karena itu berkah dari Allah SWT.

Gerai 212 Mart Semarang telah diresmikan oleh Ketua Koperasi Konsumsi Syariah Komunitas (KKSK) 212 Jawa Tengah (Jateng), Anis Malik Thoha dan  Ketua Pengawas KKSK 212 Jateng Hasan Toha Putra, pada Minggu (10/9).

212 Mart Semarang ini berlokasi di Jalan Durian Raya Banyumanik, Semarang, Jateng.

“Alhamdulilah atas izin Allah SWT, 212 Mart Semarang telah Grand Opening.Meskipun belum maksimal karena badan hukumnya belum lengkap, tapi Dinas Koperasi sudah memberikan dukungan, hingga peresmian berjalan lancar,” kata Wakil Ketua KKSK 212 Jateng, Tryprasodjo Setyotomo kepada Koperasi Syariah 212, dihubungi Selasa (12/9).

Try menjelaskan, 212 Mart Semarang ini bernaung di bawah payung hukum KKSK 212 Jateng.
Adapun jamaah yang telah bergabung mendirikan gerai 212 Mart Semarang ini sekitar 140 orang lebih dengan dana penyertaan minimal Rp 1 juta per-anggota.

Dana yang terkumpul sekitar Rp 300 juta lebih. Dana untuk sewa ruko dua tahun sebesar Rp 115 juta, ditambah PPH 10 persen. Adapun tipe gerainya adalah bersifat mandiri berbeda dengan 212 Mart di Jabodetabek yang dikerjasamakan dengan Hidro, dengan pilihan ragam tipe gerai.

Terkait target omzet 212 Mart Semarang, dikatakan Try, memang tidak ada target khusus berapapun yang didapat akan tetap disyukuri karena semua itu berkah dari Allah SWT.

“Alhamdulilah, grand opening kemarin, omzet 212 Mart Semarang dapat Rp 13 juta lebih. Insyaallah, omzet kedepannya bisa mencapai Rp 5 juta perharinya,” ujar Try, yang juga menjabat Manager 212 Mart Semarang.

Karena gerainya bersifat mandiri, lanjut Try, maka pengadaan barang-barangnya yang dipasarkan mengambil dari distributor Muslim, yang kehalalan produknya terjamin. Selain itu, 212 Mart Semarang ini  memfasilitasi produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) para anggotanya untuk dipasarkan di gerai tersebut.

“Kami sudah menyertakan produk UKM berlabel halal, banyak dipasok dari anggota komunitas yang jadi pengusaha. Ya, produk-produk Muslim binaan anggota KKSK 212 Jateng dan juga dari distributor Muslim,” ujarnya.

Dalam pengembangkan 212 Mart tentunya tidaklah mudah. Hal ini pun diakui Try, yakni kata dia, saat membukaan mendapati kritikan dari jamaah karena belum maksimal. Namun demikian, pihaknya optimis ke depanya pengembangan 212 Mart Semarang akan lebih maksimal lagi dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

“InsyaAllah, kami akan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah. Dan kalau badan hukumnya sudah jadi, insyaAllah kami akan buka lagi 212 Mart kedua,” ujarnya.

Hal ini terbukti, kata Try,  sejak pembukaan 212 Mart Semarang pada Minggu (20/9), ada beberapak kota yaitu Demak, Salatiga, dan Unggaran berkonsultasi dengan pihaknya dalam upaya membangkitkan ekonomi umat Muslim melalui 212 Mart.

“Alhamdulillah, satu-satu kota di Jateng minta arahanan dari kami. InsyaAllah, nanti kalau badan hukumnya sudah jadi akan kami bantu,” pungkas Try.



Leave a Reply